Tarik Investor Singapura - PAKDE KARWO TONJOLKAN CULTURE MASYARAKAT JATIM


Gubernur Jatim - Duta Besar Singapura

Jatim, (wartadesainfo) ; - Gubernur Jatim Dr. H Soekarwo menyampaikan, masyarakat Jatim memiliki culture yang khas dibandingkan daerah lain. Hal itu menjadi point tersendiri dalam menarik investor Singapura.
``Culture yang khas, bisa menarik potensi investasi bagi Jatim. Keragaman culture  membawa suasana yang berbeda, dimana diciptakan culture yang menjaga rasa aman dan nyaman.  Dua Syarat itu menjadi hal utama dalam menarik investor untuk berinvestasi di Jatim,`` katanya saat menerima Duta Besar Singapura, Anil Kumar Nayar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (11/6).
 Dicontohkan, culture demonstrasi di Jatim, tidak pernah sampai terjadi bentrok. Pemprov memfasilitasi dan menyediakan panggung untuk masyarakat yang ingin mengaspirasikan  keluhannya kepada pemerintah. ``Semua pengunjuk rasa selalu kami terima, sehingga tidak terjadi bentroakan seperti didaerah lainnya,`` ucapnya.

    Dengan culture seperti itu, Jatim  menjadi tujuan investasi yang bagus bagi para investor yang ingin menanamkan modalny. Hal itu diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi Jatim  pada tahun 2012 sebesar 7,27%, sampai dengan triwulan I 2013 sebesar 6,62%. Sedangkan inflasi pada tahun 2012 sebesar 4,50%, sampai dengan Triwulan I 2013 sebesar  2,49%.
``Pertumbuhan yang meninggi diikuti dengan penurunan nilai inflasi mengindikasikan bahwa terjadinya Pertumbuhan Potensial yang semakin meningkatnya kesejahteraan. Itu wujud bahwa Jatim  layak untuk dijadikan tempat berinvestasi,`` tuturnya.
 Selama ini, hubungan kerjasama Jatim dan Singapura di sektor ekspor impor sudah bagus. Pada tahun 2012, nilai ekspor Jatim sebesar 523 juta dollar AS, dan nilai impor  682 juta dollar AS . `` Ekspor impor Jatim mash minus  159 juta dollar AS, akan tetapi nilai itu semakin membaik apabila banyak investor Singapura yang berinvestasi di Jatim, `` pungkasnya.

Selain itu, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, meminta agar ada standarisasi tentang quality barang. Ia mengusulkan, segala stadartisasi segera dibuat, setelah itu semua proses bisa dilakukan di Jatim,. `` Jadi, nanti tidak perlu checkin barang di Singapura, cukup di pelabuhan-pelabuhan Jatim . Oleh sebab itu, standarisasi quality barang harus  sudah ditetapkan,``jelasnya.

Ia menambahkan, apabila Singapura berinvestasi di Jatim, dampaknya bukan di Jatim saja, teapi akan membuka gerbang perdagangan dengan Indonesia wilayah timur. `` Jatim  merupakan gateway perdagangan Indonesia wilayah timur. Berbagai kebutuhan dasar ada dan melewati Jatim. Ini peluang  sangat besar apabila kerjasama dengan Singapura diperlebar,`` pungkasnya.

# (humas jatim)